Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘toko online’

Dalam toko online rafikids kami akan mencoba bahwa web ini tidak hanya sebagaai toko online yang hanya menjual grosir baju anak branded saja, namun kami mencoba melakukan sharing informasi dan motivasi bagi sesama pedagang, jika dilihat dan dibaca keseluruhan artikel di web ini, temen2 semua akan melihat sharing informasi dari semua pedagang atau calon pedagang di seluruh tanah air yang kami rangkum melalui media facebook / twitter / Blackbarry Mesangger. Bahkan ada salah satu pegawai Bank Swasta di Surabaya yang tekad bulat ingin resign dari perkejaan untuk mejadi mitra reseller Rafikids (true story)

Nilai tambah web ini, insya allah akan ada sharing pengalaman antar pedagang di seluruh Indonesia yang diharapkan bisa untuk memotivasi sesama di antara kita, dan pembaca dipersilakan mengambil hikmah dan bersemangat untuk menjadi pedagang ataupun pengusaha. Pedagang disini tidak hanya grosir  baju anak branded atau menjadi reseller kami, tapi dengan semangat yang muncul setelah membaca semua tulisan web ini temen2 silakan untuk menjadi pedagang apa saja di luar barang dagangan yg dijual di toko online ini, mungkin ada yg termotivasi untuk berdagang elektonik, atau baju batik atau berdagang aksesories, alat kseshatan online dll, silakan saja sesuai dengan passion masing masing

The World is Flat (Digital Marketing)

Berbicara mengenai grosir baju anak branded, beberapa hari ini Rafikids upload baju anak import, hal ini dikarenakan permintaan pasar terhadap baju anak import ternyata sangatlah tinggi, salah satunya dikarenakan keterbatasan pasokan baju lokal branded seperti (cool, popeye, donita, simpsons) terkadang sering tersendat (kurang lancar). Di sisi lain pasokan baju anak import justru sebaliknya bahkan terkadang kami sudah mendapat info barang yang keluar dari gudang jenis / merk dan kuantitas seminggu sebelulmnya, sehingga kami bisa menginformasikan kepada mitra / reseller di seluruh Indonesia, hal ini tentu saja akan memperkuat mata rantai distribusi baju anak import.

Sebenarnya animo masyarakat Indonesia terhadap merk baju anak branded lokal masih sangat tinggi namun dikarenakan jalus distribusi yang tidak lancar mengakibatkan kami harus mencoba beralih kepada jenis baju anak import. Dan ternyata dari sampling beberapa reseller Rafikids di kota kota besar di I ndonesia (Bandung, Medan, Surabaya, Banjarmasin, Semarang, Makasar) menjual baju anak import lebih mudah, hal ini dikarenakan masyarakat ndonesia yang tipikal  dan mindset nya tergila gila dengan sebutan  “import”

Yang menjadi pertanyaan besar adalah apakah nanti justru masyarakt kita  akan lebih memilih baju anak import ?

Kalo kita bandingkan dengan industri yang lain seperti industri per- film-an, kita lihat industri film di Indonesia saat ini mengalami titik jenuh, masyarakat kita justru sangat menyukai film film barat ketimbang film nasional. Mungkin hal ini dikarenakan mutu film Indonsisa harus lebih ditingkatkan lagi tidak hanya sekedar menjual sensualitas atau menjual “tubuh” dan aurat wanita saja.

Trus kita bandingkan lagi dengan industri tambang dan perminyakan semisal konsumsi bahan bakar, saat ini (14 April 2012) pertamax produksi pertamina dijual Rp 10.250 per liter, namun justru bahan bakar import buatan shell dijual dengan harga hanya Rp 9.950 bahkan info dari mulut ke mulut selain harga shell lebih murah justru mempunyai kualitas yang lebih baik.

Balik lagi ke industri fashion di tanah air, akankah baju anak import nanti akan lebih diminati oleh masyarakat Indonesia, mungkin pemilik merk branded lokal bisa melihat hal tsb dengan omzet mereka dari tahun ke  tahun apakah mengalami kenaikan atau flat atau justru penurunan ?

Kegiatan Eskport dan Import

Jika dilihat kondisi masyarakat Indonesia saat ini mempunyai daya beli yang semakin baik hal ini bisa dilihat dari mall mall di Indonesia yang semakin tumbuh subur, di Jabodetabek bisa hampir dipastikan jalanana di depok, bekasi, tangerang akan macet karena masyarakat berduyun duyun ke mall untuk pola hidup konsumtif, atau lihat saja jika ada konser penyanyi luar negeri dengan harga tiket paling murah Rp 400.000, maka penonton rela antri 1 hari sebelumya untuk mendapat tiket dan herannya tiket akan habis dalam 1 hari, atau lihat saja jumlah calon haji yang indent, dafftar haji tahun ini baru bisa berangkat 5 bahkan ada yang 10 tahun kemudian, hal ini membuktikan bahwa sebenarnya daya beli masyarakat kita masih sangat tinggi,

Jadi kembali lagi jika omzet produsen baju branded lokal mengalami penurunan bukan berarti daya bali masyarakat yang turun namun salah satu sebab penurunan omzet tsb adalah mulai beralihnya konsumsi pembeli dari fashion lokal ke fashion import

Saat ini merupakan era pasar bebas, apalagi didukung dengan kemajuan Informasi dan Teknologi sangat memperngaruhi perilaku konsumen, dunia terasa tanpa batas “marketing became flat”. Didalam pasar bebas sangat dimungkinkan barang barang asing masuk ke Indonesia, hal ini harus segera di antisipasi oleh pemain lokal karena dalam persaingan bisnis berlaku hukum “bukan yang besar memakan yang kecil” namun “yang cepat akan memakan yang lambat”, lambat yang saya maksud di sini adalah pelaku bisnis yang lama dalam mengantisipasi perubahan pasar dan lama dalam menyesuaikan dengan perubahan.

Demikian hanya sekedar sharing saja dari pedagang kecil yang memiliki perhatian ke dalam indsutri fashion tanah air, tidak ada maksud niat menggurui, hanya berniat berbagi pengalaman ke sesama pedagang saja

Semoga bermanfaat

Salam dari Depok


Read Full Post »

Saat ini semakin banyak orang yang berprofesi sebagai pedagang online atau pemilik toko online. Bahkan ada beberapa statuin TV yang mewawancarai beberapa orang yang ikut acara “Take Him Out” suatu acara yg menampilkan beberapa orang untuk mendapatkan jodohnya.

Ketika di tanya oleh Host maka yg ditanya akan menjawab :

“saya adalah pemilik toko online

“saya pedagang online

“profesi saya adalah jual beli online”

Keberadaan Toko Online

 

Hmm….

Suatu profesi yang mulai eksist dan banyak seiring pesatnya perkembangan dunia internet.

Satu pertanyaan saya dalam hati yang baru  terjawab hari ini adalah”

“Bagaimana pekerjaan / profesi online tsb di mata perbankan”

“apakah sebagai pelaku online shop bisa dijadikan tolok  ukur dalam mengajukan pinjaman di bank”

Pertanyaan tsb lama sekali saya pendam dan pagi tadi saya sempat diskusi dengan salah satu karyawan bagian kredit salah satu bank ternama di tanah air.

“Pak kira kira profesi pedagang online apakah bisa dijadikan referensi utk mengajukan kredit di bank”

Begitu pertanyaan saya untuk membuka diskusi :

Petugas Bank Menjawab : “ Memang benar pak saat ini mulai banyak orang yg berprofesi sebagai pedagang atau pemilik toko online, namun maaf di sistem perbankan kita belum bisa mengadop profesi tsb sebagai salah satu bidang pekerjaan untuk bisa mendapatkan kredit dari bank kami, disamping itu regulasi perbankan di Indonesia belum siap terhap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk didalamnya jual beli menggunakan internet”

“Walapun seorang pedagang online bisa menjukkan lokasi , stok barang, dan rekening korang tabungan yg dia punya apakah tidak bisa mjd bahan pertimbangan ? tanyaku penasaran

“Iya pak mohon maaf hal tsb belum bisa dijadikan referensi sebagai profesi untuk mengajukan kredit di bank” jawab petugas Bank

Dunia Perbankan

Kesimpulan dari cerita di atas adalah bahwa saat ini apabila sebagai pedagang online atau pemilik toko online grosir baju anak branded ternyata blm bisa diakui eksistensi nya di mata dunia perbankan.

Duni perbankan masih melihat profesi dari sisi legalitas (SK, NPWP) dan eksistensi perusahaan atau profesionalismen dunia kerja kita (BUMN, Swasta, Dokter, Notaris dll)

Jadi sabar aja ya apabila kita mulai merintis profesi di dunia online namun blm diakui eksisteni kita di dunia perbankan.

Semoga kedepan profesi pedagang online bisa dijadikan salah satu profesi untuk bisa mengajukan kredit di perbankan

Read Full Post »

Sore hari ini hujan lebat melanda kota Depok, sambil menemani anakku yg besar nonton Telkomvision aku coba share pengalaman beberapa hari yang lalu.

Seperti biasa tiap hari minggu di rumah dari pagi hingga malam hari banyak sekali para grosir pakaian anak yang ngambil barang ke rumah (maklum nggak punya toko…jadi masih menggunakan ruang tamu rumah sebagai outlet) Istri dan satu orang karyawan sibuk melayani pembeli, anak kami yang kecil (Rizki) mulai dech cari perhatian karena mama-nya sibuk dengan dagangan, akhirnya sayapun dari pagi hingga sore biasanya ngajak main, entah main bola : lego ; mewarnai dll pokoknya yg bikin rizki gak marah marah, namun namanya anak kecil pasti ada deh yg kurang…walaupun ayahnya mencoba menghiburnya mati-matian. Biasanya kalo sudah nyerah aku ajak Rizki dan kakaknya (Rafi) jalan ke mall di sebelah perumahan kami.

Di sinilah the story begin…… Waktu kami jalan bertiga di lt 2 Mall tersebut terasa sepi pengunjung (walaupun hari minggu), antara penjaga toko dengan pembeli/pengunjung malah kayaknya lebih banyak yg jaga toko dech….

Setelah melihat ke kanan dan kiri nampak ada seorang ibu paruh baya yg tengah khusyu sholat dluhur didalam kios ditengah-tengah pakaian daganganya, wah hati ini kok jadi terharu ya…mungkin salah satu doa ibu ibu tersebut adalah agar dagangannya cepat laku dan banyak pembeli yg mampir ke kiosnya.

Melihat kondisi tersebut sontak saya menghentikan langkah sejenak dan gak tahu tiba tiba saya jg ikut mendoakan agar dagangan ibu tersebut juga cepat laku, saya bisa memahami kondisi tersebut di mana setiap penyewa kios di mall harus bayar biaya sewa juta-an rupiah per bulan-belum ditambah biaya maintenance gedung (700 rb s/d 1,5 jt)-belum lagi biaya SPG/penjaga toko, gak kebayang jika mereka sepi pembeli trus bagaimana untuk menutup biaya operasional sehari-hari.

Pernah ngobrol dengan pemilik kios yg lain, dan nanya nanya ternyata beliau sendiri yg pemilik kios pakaian tsb, waktu saya nanya “kok gak pake penjaga toko pak …?” Beliau menjawab “jangankan buat bayar penjaga toko mas…buat bayar sewa bulanan kios aja masih belum nutup…sekarang lagi sepi mas”

Saat ini banyak sekali mall / ITC di Jabodetabek yg dibangun, hal ini dikarenakan semua investor menanamkan uangnya ke dalam bisnis property, akibatnya banyak mall/ruko/pusat belanja baru yang sepi pengunjung, mungkin ini juga yg menyebabkan krisis global di Amerika, dimana semua orang rela berhutang untuk dibelikan/diinvestasikan ke sector property

Dari story di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa trend belanja off line harus segera ditransformasi, sebab dengan semakin banyak pusat belanja (Mall/ITC/Ruko) mengakibatkan kondisi pasar yang “jenuh” atau dalam bahasa marketing disebut “red zone”.

Disamping itu bisnis offline sangat membutuhkan modal besar (sewa tempat, biaya maintenance gedung, biaya bayar penjaga toko, biaya listrik, biaya transport dari rumah ke mall) selain itu kita harus jauh dari anak-anak pada saat jam operasional toko, kalo gak gitu abis dech uang….belum ada pembeli yg datang malahan si kecil udah minta jajan yg ini lah yg itu-lah (hal ini pernah kami alami sewaktu punya kios kecil di pasar tradisional di Semarang)

Kalo kondisi tersebut terjadi kenapa sih kita gak nyoba bisnis jualan online…?

Gak harus sewa tempat, bisa kumpul dengan keluarga, jangkauan luas (se-dunia)…., gak harus bayar orang jaga toko, gak harus ditungguin terus menerus, gak bayar listrik di mall, gak bayar parkir, gak kena macet…..

Bagaimana caranya harus mulai toko online….?

Cara yg paling mudah adalah buatlah blog walapun itu sederhana (gak harus sempurna dulu) liat aja tampilan toko online kami http://rafikids.net, masih jauh dari sempurna tapi alhamdulillah omzet dari hari ke hari makin naik, cobalah buat blog dengan wordpress atau blogspot (khan gratis…)

Bagaimana dengan koneksi internet …?

Jaman sekarang koneksi internet sudah semakin murah speedy (Telkom) yg unlimited bisa dapet Rp 150 ribu/bulan, kalo pengin murah lagi pake flexi-net unlimited yg bulanan hanya Rp 60 ribu saja, kalo terasa masih mahal pake flexi-net yg harian saja bayarnya hanya Rp 2 ribu per hari (kalo hari tsb pake baru kena charge Rp 2 ribu untuk 24 jam) kalo pas gak pake ya gak kena charge bayangkan akses internet 24 jam hanya bayar Rp 2 ribu saja, bandingkan kalo harus ke warnet Rp 5 rb/jam

Trus modalnya gimana….?

Modalnya gak usah gedhe gedhe dulu, untuk jualan dompet di http://rumahdompet.com awalnya hanya modal Rp 600 ribu, itupun baru melihat bagaimana respon pasar, dan ternyata respon pasar positif shg modal bisa ditambah lagi

Bagi para pembaca yg ingin mengetahui lebih detil mengenai “toko online” saya siap berbagi ilmu, mari kita share pengalaman satu sama lain agar hari esok menjadi lebih baik, saya memahami bahwa ilmu saya sangatlah sedikit mungkin hanya sebiji kacang (seumpama) tapi keinginan saya “berbagi ilmu” sangatlah besar sekali (mungkin segede gunung)

Satu hal yang pasti adalah mari kita bersyukur bahwa kita bisa mengenal internet dan akan lebih baik lagi kalo kita bisa mengoptimalkan fungsi internet.

Di dunia ini denga kuasa Tuhan telah diciptakan Langit dan Bumi, Hitam dan Putih, Pria dan Wanita, ada Positif dan Negatif dengan kata lain terjadi keseimbangan alam semesta, jika internet banyak disalahgunakan untuk hal negative (pornogrofi, penipuan) pastilah ada sisi positifnya dari internet (download ilmu, internet marketing) karena memang internet impact-nya luar biasa…

Beberapa nasihat dari pakar internet dapat saya resume sbb: “janganlah jadi penonton manakala orang-orang di sekitar kita bisa sukses karena internet” Jadi masih menunggu juga…. segeralah TAKE ACTION….

Semoga pembaca semua dapat terinspirasi dengan cerita saya di atas dan tidak ada maksud sama sekali untuk menggurui

Semoga Allah Swt meridloi dan memberikan barokah dari setiap apa yang kita lakukan di muka bumi ini

“ sebaik baik ilmu adalah ilmu yang bermanfaat, sebaik baik umat adalah orang yg saling mengingatkan satu sama lain dalam kebaikan”

Read Full Post »

Jadi inget kejadian satu tahun lalu yaitu pebruari 2009, waktu itu itu awal mula belajar membuat toko online Rafikids, awalnya bingung mau dikasih nama apa, jadi keingat nama anak pertama yatu Rafi sedangkan Kids merupakan istilah asing yang berarti anak, rencana waktu itu kami ingin berjualan pakaian anak.

Oh ya sebelumnya saya ceritakan terlebih dahulu bahwa saya pernah punya sebuah kios tradisional di pasar Gedawang di daerah Semarang atas tepatnya di kecamatan Banyumanik, awalnya kios tsb hanya diniatkan untuk investasi (walaupun dengan berhutang di bank tentunya), namun seiring berjalannya waktu maka kami (saya dan istri) sepakat untuk berjualan ”off line” saat itu. Hari demi hari kami lalui terkadang saya sendiri yang menjaga kios tersebut apabila hari sabtu/minggu, mulai dari jam 7 pagi hingga jam 1 siang, detik demi detik serasa membosankan karena jarang sekali pembeli yang mampir ke kios, pendapatan yang kami dapat tidak cukup untuk mencicil bulanan ke bank

Akhir  tahun 2007 kami sekeluarga pindah ke ibukota Jakarta, kios kami di pasar tradisional tsb kami jual sebagai tambahan uang muka di bank untuk membeli rumah di depok yang  saat ini kami tempati (yang hingga pebruari saat ini masih mengangsur ke bank, semoga akhir  tahun ini bisa lunas)

Selama satu tahun kami mencoba mencari supplier besar di Jakarta dan melakukan lobi untuk pembelian langsung ke gudang/pabrik pakaian anak branded, setelah supply pakaian anak branded tersebut kami dapat maka dengan otodidak kami membuat http://rafikids.net dan http://rumahdompet.com

Kenapa harus online ? …..

Hal tersebut salah satunya karena kondisi keuangan kami yang tidak  memungkinkan untuk membeli kios/ruko di Jakarta, mau hutang ke bank gak bisa karena cicilan rumah  yang belum lunas, tahu sendiri harga ruko di Jakarta sangatlah mahal, daripada memaksakan diri akhirnya kami memilih membuka blog sebagai sarana berjualan

Awal berjalannya toko online trafik yang masuk ke blog sangat sedikit data pebruari 2009 selama satu bulan hanya 18 user atau dalam 2 hari hanya 1 orang yg berkunjung ke blog rafikids, bulan maret 2009 sedikit mengalami kenaikan selama satu bulan 200 orang atau 3 user/hari, ada kenaikan namun belum ada transaksi yg bisa menghasilkan uang.

Saya masih ingat waktu saya sampaikan jumlah pengunjung bisa 3 user/hari kepada istri,

”sekarang  tiap hari ada  3 pengunjung lho ke blog kita” namun istri menjawab ”hanya melihat lihat aja…kok gak ada yang beli ya” memang wajah istri gak cemberut namun dari pancaran mata-nya terlihat jika dia kecewa

Jujur aja melihat istri sedih saya juga ikutan sedih, karena sejak awal mula salah satu niat untuk membuka toko online adalah agar isitri bisa punya kesibukan sekaligus menyalurkan bakat/minat untuk berdagang, di sisi lain tentu juga semua istri pasti senang jika dapat uang  walaupun sedikit namun hasil jerih payah sendiri

Namun alhamdulillah seiring dengan  berjalannya waktu toko online Rafikids mengalami lonjakan yaitu di mulai bulan Agustus 2009, pembelian naik sangat tajam hingga 300%, hal itu berlanjut hingga sekarang, dengan seijin Allah order semakin banyak bahkan istri mulai kewalahan, walapun jika siang hari kami dibantu oleh salah satu pekerja  (mba Ida) mulai jam 05.30 hingga 22.00 istri terlihat sibuk banget menyelesaikan order,  paling istri berhenti apabila makan-mengantar anak ke sekolah-sholat-mengorol sebentar degan tetangga, hal  ini dilakukan sebagai salah satu komitmen rafikids agar pelanggan puas, jumlah pengunjung ke blog rafikids saat ini bisa mencapai  15000 pengunjung per bulan atau 500 orang per hari.

Ada hikmah yang bisa diambil jika dibandingkan jualan off line (jaga kios tradisional) dengan toko online, ternyata dengan membuka toko online kita tidak perlu ”berbusa-busa” menawarkan dagangan kita, contoh kasus nyata adalah pernah suatu malam saya baru selesai upload barang di blog yg selesai jam 24.00, setelah selesai saya langsung tidur karena kecapekan, jam 05.00 (subuh) saya terbangun dikarenakan bunyi SMS yang masuk ke HP istri, trus ada kejadian lain lagi waktu itu selesai upload jam 22.00, setelah upload kegiatan yang saya lakukan adalah menonton TV, 40 menit kemudian tepatnya pukul 22.40 ada order di HP istri (via SMS).

Dari 2 kejadian nyata tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa dengan internet segala sesuatu yg tidak mungkin ternyata bisa terjadi (tentu dengan seijin Allah), seseorang tidak perlu door to door menawarkan daganganya atau seseoorag tidak perlu mengeluarkan seribu macam rayuan agar daganganya terbeli, terbukti bahwa dengan internet mampu merubah paradigma yg selam ini saya yakini bahwa ”berjualan itu sulit” atau berjualan itu sifatnya ”turun menurun” kalo ”bapaknya PNS gak punya bakat jualan”

Yang penting dalam bisnis online adalah ”kepercayaan”, harus dipastikan bahwa kualitas dagangan kita selalu terjaga – harga yang ditawarkan murah – respon pelanggan tidak lama/berbelit belit dst…dst,

Terlepas dari itu semua, hal di atas adalah pandangan saya saja, tidak ada maksud  untuk riya atau ingin dipuji, semoga pembaca semuanya dapat terinspirasi dengan cerita saya di atas

Salam hangat

Read Full Post »