Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Toko Online’ Category

Beberapa hari yang lalu saya sempat bertukar pikiran dengan salah satu importir tas anak, ada banyak ilmu penjualan tas anak yang bisa saya peroleh waktu itu.

Untuk omzet penjualan tas anak akan sangat bergantung pada tokoh karakter anak yang saat itu sedang digandrungi oleh anak anak, dan idola anak kecil akan mencapai puncaknya manakala saat itu tengah diputar film perihal kepahlawanan masing masing tokoh.

Spiderman 4

Sebagai contoh di bulan Juni atau Juli 2012 nanti akan tayang di layar bioskop spiderman 4, saat ini para produsen tas anak di luar negeri (thailand, cina, hongkong, amerika) sedang giat giatnya membuat tas anak karakter spidermen, karena omset tas anak motif spiderman akan meningkat di atas 200% di bulan tsb atau pada saat film spiderman diputar di seluruh dunia.

Buat pedagang tas anak mungkin info di atas bisa sebagai salah satu referensi untuk mengatur persediaan stok tas anak, apalagi di bulan juni / juli adalah tahun ajaran baru dimana omset penjualan tas anak sekolah akan naik pesat.

Buat yang penasaran tentang film spiderman 4 silakan lihat cuplikan filmnya klik Film Spiderman 4

Read Full Post »

Membiasakan menulis ternyata butuh keberanian, penginnya menulis blog ini seminggu sekali tapi kok ya males gitu loh….., pagi tadi sewaktu naik KRL Depok akhirnya berniat membuat postingan “toko online masa depan”

Pengalaman mengelola toko online selama 3 tahun membuat saya semakin merenung tentang konsep jual beli masa depan, kemajuan teknologi di sisi akses internet semakin tak terbendung apalagi dengan hadirnya teknolgi android orang bisa melihat video via youtbe dengan kualitas HD (kualitas yg sama dengan VCD, DVD) tanpa layanan yg terputus putus, belum lagi sebentar lagi di Indonesia hadir teknologi WIMAX dan teknologi 4 G berbasis GSM yang mampu melakukan upload / download hingga 10 Mbps.

Disisi lain gadget di pasaran akan semakin murah, tengok saja harga blackberry gemini bisa dibeli dengan harga Rp 1.5 juta, atau samsung android yang dibandrol Rp 1.2 juta. Dalam 1 atau 2 tahuun kedepan harga kedua barang tsb bisa dibeli dengan harga dibawah 1 juta.

Bisa dibayangkan bahwa masyarakat Indonesia akan semakin terhubung atau online di internet selama 24 jam, tingkat penetrasi internet di Indonesia akan semakin tinggi apalagi dengan program pemerintah yang mewajibkan adanya internet di setiap kecamatan di seluruh pelosok dari sabang sampai merauke…

Truss apa ya hubungannya dengan toko online dan bagaimana dengan konsep toko online di masa datang…..

Bisa dibayangkan bahwa dengan koneksi internet yang pasti lebih murah akan banyak bermunculan tidak hanya pembeli online tapi tentu saja akan semakin banyak juga penjual online.

Nah dengan semakin banyak penjual maka akan memungkinkan terjadi deviasi informasi yang sebenarnya belum tentu sesuai kondisi real barang yang dijual,

misalkan ada penjual online toko A, toko B dan toko C, kebetulan ketiga toko online tsb menjual barang yang serupa tapi kualitas yang berbeda misalkan barang XYZ, maka sangat dimungkinkan ketiga toko tsb akan mengatakan bhw barang dagangan merka lah yang paling asli, pedagang A mengatakan barangya asli begitupun pedaganag B dan C, hal ini pun sudah terjadi dimana ada pedagang yang menjual barang dari range 30 ribu, 70 ribu bahkan ada yang menjual Rp 300 ribu dan semua toko online mengatakan bhw produk merekalah yang paling asli, yang jadi pertanyaan adalah apakah kesemua toko online akan memberikan informasi sesuai dengan kenyataan (kejujuran).

Fenomena di atas akan seringkali terjadi pada dunia jual beli online di masa datang dimana pihak pembeli akan merasa bingung menentukan pilihan tempat dia akan membeli barang.

Konsep jual beli online ke depan adalah bahwa semua toko online harus punya “brand” masing masing, atau istilahnya adalah “personal branding”, karena pembeli online pada masa datang akan lebih melihat tidak hanya “barang apa yang dijual” tapi juga pembeli akan melihat “siapa penjualnya”

Hal ini bisa dimakulumi karena kerjasama bisnis atau kemitraan akan sering dilakukan walaupun antara kedua belah pihak belum saling ketemu, sebagai ilustrasi adalah dengan saling bertemu muka saja antar kedua pihak bisa saling wan prestasi atau ingkar janji apalagi kalo belum pernah saling bertemu, jangankan sesama teman bahkan sudah sering kita dengar sesama saudara pun terkadang saling mengingkari kesepakatan bisnis

Jadi buat anda yang punya toko online, mulai sekarang mulai membentuk personal branding masing masing, jika anda sudah mempunyai personal brand maka akan banyak pihak ketiga yang belum anda kenal namun tiba tiba akan menghubungi anda untuk diajak berteman dalam bisnis, isn’t that instersting

Hanya sekedar sharing dan tidak ada maksud menggurui

Semoga bermanfaat

Read Full Post »

Saat ini semakin banyak orang yang berprofesi sebagai pedagang online atau pemilik toko online. Bahkan ada beberapa statuin TV yang mewawancarai beberapa orang yang ikut acara “Take Him Out” suatu acara yg menampilkan beberapa orang untuk mendapatkan jodohnya.

Ketika di tanya oleh Host maka yg ditanya akan menjawab :

“saya adalah pemilik toko online

“saya pedagang online

“profesi saya adalah jual beli online”

Keberadaan Toko Online

 

Hmm….

Suatu profesi yang mulai eksist dan banyak seiring pesatnya perkembangan dunia internet.

Satu pertanyaan saya dalam hati yang baru  terjawab hari ini adalah”

“Bagaimana pekerjaan / profesi online tsb di mata perbankan”

“apakah sebagai pelaku online shop bisa dijadikan tolok  ukur dalam mengajukan pinjaman di bank”

Pertanyaan tsb lama sekali saya pendam dan pagi tadi saya sempat diskusi dengan salah satu karyawan bagian kredit salah satu bank ternama di tanah air.

“Pak kira kira profesi pedagang online apakah bisa dijadikan referensi utk mengajukan kredit di bank”

Begitu pertanyaan saya untuk membuka diskusi :

Petugas Bank Menjawab : “ Memang benar pak saat ini mulai banyak orang yg berprofesi sebagai pedagang atau pemilik toko online, namun maaf di sistem perbankan kita belum bisa mengadop profesi tsb sebagai salah satu bidang pekerjaan untuk bisa mendapatkan kredit dari bank kami, disamping itu regulasi perbankan di Indonesia belum siap terhap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk didalamnya jual beli menggunakan internet”

“Walapun seorang pedagang online bisa menjukkan lokasi , stok barang, dan rekening korang tabungan yg dia punya apakah tidak bisa mjd bahan pertimbangan ? tanyaku penasaran

“Iya pak mohon maaf hal tsb belum bisa dijadikan referensi sebagai profesi untuk mengajukan kredit di bank” jawab petugas Bank

Dunia Perbankan

Kesimpulan dari cerita di atas adalah bahwa saat ini apabila sebagai pedagang online atau pemilik toko online grosir baju anak branded ternyata blm bisa diakui eksistensi nya di mata dunia perbankan.

Duni perbankan masih melihat profesi dari sisi legalitas (SK, NPWP) dan eksistensi perusahaan atau profesionalismen dunia kerja kita (BUMN, Swasta, Dokter, Notaris dll)

Jadi sabar aja ya apabila kita mulai merintis profesi di dunia online namun blm diakui eksisteni kita di dunia perbankan.

Semoga kedepan profesi pedagang online bisa dijadikan salah satu profesi untuk bisa mengajukan kredit di perbankan

Read Full Post »

Hari minggu tgl 11 Maret 2012 kemaren saya mengikuti seminar  yang tentang entreprenuer yg diadakan kalangan komunitas TDA Depok kerja bareng dengan TDA Campus Universitas Indonesia

Asyik juga bisa keliling di seputar kampus UI yang teduh dan sejuk, maklum lah UI Depok masih terbilang banyak pohon rimbun dan danau danau kecil.

Tempat lokasi seminar berada di Aula Pusat Studi Jepang (APSJ), sejujurnya saya juga belum tahu lokasi APSJ namun karena rasa ingin tahu dan ikut seminar saya pun harus rela meninggalkan keluarga (weekend).

Melihat suasana para mahasiswa, nampak sekali mereka masih memiliki semangat dan motivasi tinggi, ibarat gelas yg masih kosong blm diisi cairan apapun, hampir 3 kali bertanya ke mahasiswa lokasi persisnya APSJ dan semuanya menjawab dengan gamblang/jelas, dengan semangat membantu para mahasiswa tsb menerangkan lokasi APSJ….hmm “hawa positif” nya sangat  terasa …..

Setelah mencari cari lokasi seminar akhirnya ketemu juga lokasi APSJ, acara dimulai pukul 09.30, dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya….

Setuju banget saya dengan nyanyian lagu kebangsaan, sebab gedung bangunan yang megah tsb dibangun tentu saja dari uang negara, shg sepantasnyalah kita mengucap terima kasih kepada bangsa dan negara.

Tampak Peserta Seminar Berdiri Menyanyikan Lagu Kebangsaan

Pembicara yang paling “mengena” bagi saya adalah pada saat founder TDA Pak Badroni menyampaikan bahwa “Menjadi pengusaha harus akrab dengan kitidak pastian“, kadang kita rugi dan terkadang pula kita untung, silih berganti, bulan 2 dan 3 bisa untung namun bulan bulan berikutnya bisa rugi.

Mengena sekali, serasa saya “ditampar” karena selama ini saya menganggap bisnis itu harus “untung terus”, mana kala omzet turun saja langsung deh gelisah…alhamdulillah dengan sedikit pengarahan tsb membuat hati ini menjadi lebih mantap untuk menjadi pedagang grosir baju anak branded.

Acara yang tak kalah serusnya manakala ada sebagian adik adik mahasiswa yang tergabung dalam TDA Kampus maju satu persatu memperkenalkan diri….dan rata rata walaupun usia masih belasan tahun sudah mempunyai usaha ….luar biasa !!

Ada yg bilang ” saya usaha web developer

yang lain ada yg bilang “ usaha saya bidang laundry“,

dan saya baru tahu kalo salah satu Laundry terkenal di Jl Utama Depok (Margonda) adalah milik seorang mahasiwi UI semester 4 …. 🙂

Ada juga juga mahasiwa yg memperkenalkan usahanya  “usaha saya minuman air kelapa muda

Tampak Para Mahasiswa Berdiri di Depan Mengenalkan Diri dan Bidang Usaha nya

Dahulu waktu saya kuliah (sekitar 15 tahun yll) semua mahasiwa rata rata pengin lulus kuliah menjadi karyawan, namun sudah saatnya para mahasiwa begitu lulus tidak lagi mencari pekerjaan tapi justru sebaliknya menciptakan lapangan kerja.

Masih muda belia tapi sudah berani bicara di depan podium dan mengenalkan usaha mereka, kira kira saya bisa gak ya…..beridiri di hadapan 250 pasang mata di depan orang dan bicara….”Saya Roni, usaha saya grosir baju anak branded

Beda banget dengan seminar yg pernah saya ikuti atau ditugaskan perusahaan kepada saya, rata rata yg ikut juga sebagai karyawan, jadinya kalo perkenalan diri paling… “nama”….trus “masa kerja”…..”kerja di unit xxxx sekian tahun”…..”jumlah anak sekian”…. bla bla bla….

Secara keseluruhan seminar kemaren mampu menyadarkan saya bahwa sekecil apapun usaha kita harus tetap percaya diri, pahit getir dalam menjalankan usaha adalah hal yang lumrah terjadi.

Next time jika ada waktu dan kesempatan bicara di depan, saya akan dengan suara lantang dan tegas “nama saya roni, dan usaha saya supplier baju anak branded”.

“Menjadi pedagang adalah suatu kebanggan……’ mosok ‘ kita kalah sama anak mahasiwa usia belasan tahun sih …..!”

Semoga bermanfaat, hanya sekedar sharing dan tidak ada maksud menggurui

Salam dari Depok


Read Full Post »

Pertanyaan sederhana yg sering saya tanyakan pada diri sendiri,

Kenapa sih harus jadi pedagang ??

Jawabannya tentu saja harus  dengan jujur karena yg bertanya adalah diri sendiri, ada beberapa hal yang membuat saya mempunyai keinginan kuat untuk menjadi pedagang online Grosir Baju Anka Branded.

Diharapkan dengan menjadi pedagang saya tentu saja agar bisa lebih sejahtera karena tentu saja saya juga harus mendapat keuntungan terhadap aktivitas saya melalui jual beli baju anak branded

Harapan lain yg tidak kalah penting adalah dengan menjadi pedagang ternyata saya lebih bisa menyukuri nikmat karunia Allah SWT, karena setiap cucuran keringat atau kegiatan yg dilakukan sangat bergantung pada motivasi dan tindakan kita, jika kita rajin maka tentu kita akan mendapat keuntungan yg banyak demikian pula jika kita malas tentu saja kita gak mendapat keuntungan karena tidak ada baju anak yg laku. Hal ini berbeda apabila kita sebagai karyawan terkadang kita dibayar tidak sesuai dengan tingkat ketekunan dan keuletan kita, yang kita tahu setiap tgl 1 kita terima gajian.

Indahnya Bersyukur……..

Selama 3 tahun di Jakarta mengenal seluk beluk distribusi baju anak branded ada satu hal yang menurut saya “kurang pas”,

Contohya begini saya mempunyai teman sesama pedagang grosir baju anak branded, ketika saya melihat di rumahnya ada ratusan atau bahkan ribuan pcs salah satu merk jenis baju anak muslim. Sebenarnya bukan karena barang tsb tidak laku dijual tapi ternyata dia lebih suka menimbun barang itu dengan harapan di musim hari raya lebaran tahun depan barang tsb akan laku dijual dgn harga tinggi.

Secara perhitungan sih memang masuk akal, misal dia membeli dalam jumlah partai besar per pcs Rp 45000, dengan menimbun selama 1 tahun menuggu idul fitri dia bisa menjual dengan harga Rp 85000, atau keuntungan sebesar 100% dalam jangka 1 tahun, bayangkan kalo kita menyimpan uang di bank saat ini bahkan suku bunga deposito saja hanya 6% per  tahun blm dipotong biaya adminstrasi bank.

Itu adalah cerita di bagian hulu, bagaimana dengan cerita dibagian hilir dalam suatu distribusi baju anak branded.

Selama 3 tahun menjadi pedagang,  untuk komoditas baju anak merk lokal masih sangat tinggi permintaanya dibandingkan dengan supply. Ada banyak cerita penjualan di bagian hilir diantaranya.

  1. Terkadang banyak sekali ibu ibu yang mencoba membantu mencari nafkah suaminya untuk menopang ekonomi keluarga
  2. Ada juga ibu yang ingin hanya sekedar mencarikan uang jajan sehari hari untuk anak anaknya, tak terbayang bagaimana seorang ibu yang mejadi pedagang / reseller baju anak brandad dimana keuntunganya dibelikan sebuah mangkok bakso di sore hari….atau sekedar membelikan makanan kecil untuk buah hatinya daripada sekedar meminta uang kepada suami
  3. Ada juga ibu ibu yang senang hatinya bisa membeli blackberry atau bisa mencicil sebuah sepeda motor dengan hasil jeriih payahnya sendiri
  4. Ada juga seorang ibu yg tengah hamil tua tapi dengan tetap semangat untuk kulakan walaupun itu harus malam hari karena siang harinya di harus bekerja sbg karyawan

Cerita perihal ibu ibu ygmenjadi reseller rafikids sdh pernah saya ceritakan di postingan sebelumnya atau klik Cerita Reseller Rafikids

Semangat dan Motivasi Kehidupan

Coba kalo kita cermati dua keadaan di atas di bagian hulu dan bagian hilir, sangat kontras bukan….disisi hulu sebagian orang menahan baju anak agar disimpan dahulu dalam jangka waktu tertentu kemudian menjual dengan keuntungan berkali lipat, sedangkan di bagian hilir banyak sekali ibu ibu pedangang sangat berharap mendapatkan barang murah untuk dijual kembali dengan harapan mendapat sedikit keuntungan untuk membantu ekonomi keluarga.

Kira kira ada yg salah gak ya dari dua keadaan di atas ?

Bukankan lebih baik kita tidak perlu menimbun barang dan membiarkan proses distribusi berjalan secara alami, shg mata rantai pihak yg mendapat keuntungan bisa dinikmati lebih banyak orang. Terkadang saya  mendengar ada barang yg rusak karena terlalu lama disimpan digudang ?

Padahal di luar sana banyak pedagang kecil yang sangat membutuhkan barang tsb untuk dijual kembali walau dengan keuntungan yg tidak seberapa asalkan bisa untuk membantu menutupi kekurangan kebutuhan hidup.

Ini adalah sebuah hasil renungan yang terkadang menjadi tantangan bagi kita semua, agar kita bisa berbuat baik tdk hanya untuk keluarga kita saja, tapi kita harus juga bisa merubah keadaan menjadi lebih baik agar kita bisa bermanfaat buat orang lain.

Demikian sharing saya, semoga bisa bermanfaat

 

Read Full Post »

Berhubung telah selesainya hosting personal blog saya, maka untuk artikel terbaru akan saya upload di http://ronisetiyawan.com

Terima kasih telah dengan setia mengunjungi blog saya yang sederhana ini.

 

Read Full Post »

Lama gak nulis di blog ini, hal ini karena beberapa hal yaitu

  1. Membuat toko online http://bajubayibranded.net, mengatur ulang http://rafikids.net dan membuat hosting http://ronisetiyawan.com yg merupakan mirroring dari web ini https://ronisetiyawan.wordpress.com. Hal ini semata mata saya lakukan agar saya ingin kejadian blog rafikids yg hosting gratis di wordpress tidak terulang dengan toko online kami yang lain
  2. Lagi banyak update status di Rafikids dan twitter @rafikids_baju

Sebetulnya beberapa kegiatan di atas sih tidak menyita waktu cuman menyita perhatian aja, selain harus fokus menunaikan amalan ibadah di bulan Ramadhan ini

Ada yang menarik dalam sebuah Online Shop, saya menggabungkan OL shop tidak hanya dalam sebuah toko online namun juga perpaduan facebook dan twitter.

Facebook

Banyak yang jualan online hanya via facebook sajam atau ibu ibu rumah tangga yang jual hanya via blog saja (semisal multiply) namun pernahkah menggabungkan toko online dgn jejaring network dan micro blogging (twitter)

Kalau saya sendiri dalam jualan online menggunakan web (http://rafikids.net) sebagai sarana jualan yang didukung oleh 3 media

  1. Melalui Facebook
  2. Melalui Twitter
  3. Melalui blog personal ini yaitu http://ronisetiyawan.com

Pertanyaan sederhana adalah “apakah akan ber impact langsung dengan omzet jualan kita ?”

Jawabannya adalah akan ber impact pada omzet jualan kita tapi tidak dalam waktu singkat

“berapa lama dibutuhkan agar punya impact utk mendongkrak omzet”

Jawab : sebenarnya dalam dunia online satu hal yg mendasar dibutuhkan adalah “thrust”, karena pada dasarnya semua bisnis diawali dan diakhir dengan sebuah “kepercayaan”

Jadi baik facebook, ataupun twitter pada dasarnya adalah salah satu upaya kita untuk membuat “personal branding” kita dalam dunia maya.

Seseorang yang punya reputasi bagus (personal brand / dipercaya para browser) maka dia sudah mempunyai pondasi yang kuat dalam menjalankan sebuah bisnis online.

Untuk yang biasa jualan via facebook, sebagai informasi sebenarnya tim facebook melarang akun yg kita miliki sebagai ajang jualan, hal ini banyak yang belum tahu. Sebagai gantinya tim facebook sudah menyediakan “page” sebagai sarana kita untuk menjual barang dagangan. Sesuai dgn namanya Face Book, Face yg dimaksud di sini adalah wajah kita / diri kita bukan barang jualan kita. Sebaiknya kita tidak sering tag gambar ke wall orang lain kecuali diminta oleh user, hal ini sama anloginya bila kita menjual barang dagangan kita di lapak orang lain.

Twitter

Jadi bagi temen temen atau ibu ibu yg selama ini hanya jualan via blog sebaiknya perlu dipadukan dengan akun facebok atau twitter agar lebih “mengena” di hati calon customer

Sekedar sharing, semoga bermanfaat

Salam

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »